namun aku bisa apa?

By - dwi lestari On - Kamis, 01 Agustus 2013 2 komentar
Tak ada pekerjaan menyenangkan selain memejamkan mata bersama datangnya bayanganmu. Kesekian kalinya aku merasakan ini yang jelas semakin menyesakkan dadaku. Mungkin namamu yang tergurat di nadi kananku. Atau mungkin juga sudah terpatri dalam sanubari. Namun aku bisa apa?

 Ingin rasanya kupinang kebahagiaan bersamamu. Tidur bersamamu di padang bintang. Mendiami rumah sajak-sajak kedamaian. Namun aku bisa apa? Selama rasa masih kau sembunyikan dibalik kerasnya batu egomu. Nadi ini tak akan pernah selaras berdetak dengan jantung.

Beberapa musim aku membeku bersama senja wajahmu. Mengembara bersama kelamnya masa lalu. Lilin- lilin menyala tak mampu jadi penerang. Hanya percaya pada kunang-kunang. Namun aku bisa apa?

Rintikan hujan yang berlarian menjadi rutinitas di subuh hari. Seakan membangunkanku dari cemasnya isi hati. Berdiam didepan perapian, tapi abu lebih sayang. Namun aku bisa apa?

Mengikuti alur denyut nadimu, menjadikanmu detak setiap detik di jantungnku.


2 komentar:

yeni mengatakan...

*pukpuk* suhu

dwi lestari mengatakan...

-___-

Posting Komentar