Lihatlah Aku

By - dwi lestari On - Sabtu, 03 Agustus 2013 0 komentar
Dedicated : Nisa Rahma . P
  
Sepenuhnya menginginkanmu adalah bagian termustahil dalam hidupku
Bukan karena apa, namun lebih ke rasa yang enggan menyakiti apalagi melukai
Demi lengkung manis bak bulan yang tanggal sembilan
Demi rona bak senja pukul lima
Demi linangan tetes mata bak rintikan pertama kala hujan menyapa
Demi segalanya, raut wajah yang muram durja
Aku bersumpah untuk tak kan membiarkannya
Hanya saja “aku bisa apa?”masih sering menggaung menghantui
Sungguh sejatinya aku bernafas tanpa bayangmu yang enggan juga lepas
Tentang waktu yang setia menghadirkan kata juga rindu
Berharap kau kutuk aku untuk mengiringi malam mu
Memeluk angin juga angan
Tapi aku hanya tak ingin pertemuan nanti menghadirkan sesak apalagi sesal
Aku memilih mengalah menepi di dermaga mimpi
Bersemayam bersanding emosi
Sampai nanti air matamu tak lagi bercerita tentang sunyi, sepi menyapa patah hati


0 komentar:

Posting Komentar