sayangnya nggak mati

By - dwi lestari On - Senin, 13 Mei 2013 0 komentar

Senin 13 Mei 2013, 3.10 pm “rasanya nabrakin diri tu gini ya? Sakit sih,lumayan..” 3.12 pm “;) sayangnya gak mati.”  Entah apa yang terjadi padamu saat ini. Berpura-pura dalam keadaan baikkah, bahagiakah? Aku sungguh tidak mengerti. Mungkin kamu sudah terjebak ranjau di pikiranmu sendiri. Caramu bukan cara yang baik buat menemani “senja” seperti apa yang kamu lontarkan sore tadi. Bukan. Bukan dengan kamu berdiam kosong mencoba bohong. Seolah bukan roh-mu yang ada di dalam-mu. Bertengkar saling berbalik punggung yang seakan mati.
4.29 pm “Tersenyumlah, ku mohon... relakan saja aku memucat.. mengabur.. bukankah sebentar lagi aku mejadi pekat? Jadi mengabur sekarangpun tak masalah... .”  Dulunya aku tak ingin lagi mengikutimu, tapi nyatanya kamu nggak bisa pergi ke seberang sendirian. Masih selalu melangkah tanpa tempo yang selaras dengan nafas.
6.04 pm “aku tidak bisa, membiarkan orang lain ikut hancur bersamaku :)” Lagi-lagi kamu berdalil tentang kebahagian. Omong kosong dengan kebahagiaan kalo kamu masih saja belum mengerti  apa itu penderitaan. Setidaknya pahami orang lain yang ingin mengikuti arah kebahagian sesungguhnya dengan mengajarinya agar tak sehancur dengan apa yang terjadi di kehidupanmu. Bukan dengan seperti itu! ~d.l.d

0 komentar:

Posting Komentar