Harapan dan Kesuksesan

By - dwi lestari On - Sabtu, 17 Desember 2011 0 komentar

Harapan Dan Kesuksesan

Dalam hidup di dunia ini, tentu saja semua orang pasti mendambakan kesuksesan dalam hal pendidikan, rumah tangga, karir, maupun sosial lainnya. Tentu saja hal itu tidak lepas dari sebuah usaha yang selalu kita kerjakan dengan penuh smangat, namun tidak jarang juga kita mengalami sedikit hambatan yang justru berasal dari dalam diri kita sendiri. Apakah teman-teman pernah mengalaminya? Nah kali ini mari kita ulas sedikit tentang hal ini, menurutku untuk mengantisiasi atau lebih tepatnya ini adalah cara - cara untuk mencapai sebuah potensi adalah dengan hal - hal berikut ini yang saya dapatkan dari berbagai sumber, baik pengalaman hidup saya sendiri, orang lain maupun dari buku – buku yang pernah saya baca.


1. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan cara memperluas wawasan / pengalaman kita, karena apabila seseorang memiliki sebuah pengalaman yang sangat banyak tentu akan mengantarkannya satu tingkat di atas rata- rata orang kebanyakan yang hanya mempunyai wawasan biasa saja. Kita harus memandang hidup ini dengan "mata iman", harus memandang diri sendiri yang sedang melesat jauh menuju sebuah level yang jauh lebih tinggi, harus mempunyai sebuah gambaran mental tentang apa yang ingin kita raih (cita-cita). Tapi ingat kawan cita -cita adalah angan-angan yang tertanggal, jadi jangan lupa juga dalam bayangan, kita kasih batas tanggalnya, kalo cita- cita kita misalkan sebagai obat maka biar nggak expired(hehehe). Lanjut kawan, tapi mari kita garis bawahi sama- sama gambaran-gambaran tersebut juga harus kita resapi, kita hayati, kita terapkan, kita tanam dalam benak hati kita masing- masing sehingga akan selalu kita ingat setiap kita mau melakukan apapun.

2. Kita harus melandasi hal- hal diatas yang kita angan- angankan dengan apa yang Tuhan (Allah SWT) katakan kepada kita. Maksudnya disini adalah tingkat keberhasilan yang kita capai akan sangat bergantung dari diri kita sendiri juga, misalnya dari cara kita memandang sebuah kesuksesan itu dari sudut mana dan seperti apa, jadi pandai- pandailah kita mensyukuri apa yang telah kita dapatkan.


3. Hal selanjutnya yang harus kita mengerti adalah dengan kita mencari dan menemukan subuah kekuatan di balik semua pikiran dan kata- kata kita sendiri (istilah kasarnya dendam lah,,ehh tapi jangan di samakan dengan dendam yang jahat- jahat ya friend..). Dengan itu kita berharap agar diri kita sendiri bisa mengendalikan emosi jiwa kita, agar kita tidak terjebak dalam sifat egois dalam hal berhubungan dengan batin sendiri, karena kalo kita bahas lebih jauh sebenarnya hal itu sangat tidak menguntungkan kita. Kita harus selalu menjaga pikiran kita, perilku / sikap maupun gambar diri(seperti apa yang kita katakan pada no. 1).

4. Kemudia kita harus bisa melapaskan kenangan di masa lalu. Aku masih ingat ada pepatah yang mengatakan bahwa “mengingat masa lalu adalah kebodah masa depan”, hayooo tahu nggak maksudnya? Kalo di pikir – pikir bener juga kan? Mekipun masa lalu memiliki cerita tentang diri kita yang mungkin kita berharap juga agar tak seorangpun mengalami sama dengan apa yang kita alami, kita harus bisa mekepaskan itu semua. Jika kita menginginkan sebuah kemenangan , kita tidak perlu bahkan tidak boleh memakai/ mengingat trauma yang terjadi di masa lalu, karna hal itu hanya kan mengganggu dan menghambat dalam proses kita menuju level yang lebih tinggi. Kita harus berani “say good bye” pada trauma- trauma itu, jangan menjadikannya alasan tersebut pada sikap- sikap kita selama ini, atau justru malah membenarkan tindakan- tindakan kita untuk tidak mengampuni seseorang (maksudnya di jadikan alasan untuk mendemdam).

5. Kalo dalam langkah sebelumnya kita harus menemukan kekuatann di balik pikiran- pikiran kita, kali ini kita harus menemukan kekuatan dalam keadaan yang paling buruk sekalipun. Kita harus berprinsip dalam menyikapai sebuah keadaan, kita harus bersikap “aku boleh saja jatuh berkali- kali dalam hidup ini, tapi aku tidak akan diam saja di bawah sini.” Semua orang yang hidup di dunia ini pasti menghadapi banyak sekali masalah atau lebih enaknya kita bisa sebut tantangan hidup, tantangan yang terus saja menyerang kita tanpa menghiraukan kita siap atau tidak, ia kan? Tapi ingat sekali lagi kawan, kita boleh saja di jatuhka dari luar, terlihat lemah dari luar, namun kunci yang paling utama untuk kita bisa ‘menang” mengahadapi itu semua adalah kita belajar bangkit dari dalam melawan keterpurukan itu.(Yakinlah!)

6. Hidup di dunia ini adalah sebuah karunia dari Tuhan (Allah SWT) yang tiada tara, apapun keaadan kita, kita patut mensyukurinya, so kita harus menyambutnya dengan suka cita, perasaan senang dan gembira. Namun terlepas dari itu semua kita mengahadapi tantangan yang sangat besar, yaitu godaan “egoisme”. Seperti yang tadi kita bahas pada poin 1, egoisme disini kita artikan sebagai sifat mementingkan diri sendiri. Ini adalah “penyakit” yang sering muncul dan sangat umum namun sayangnya masih rendah sekali orang yang menyadarinya. Tuhan (Allah SWT) sudah menggariskan yang terbaik buat kita, namun kadang sifat serakah manusia sulit dikendalikan karena adanya sifat yang mendasarinya yaitu “egoisme”. Nah alangkah lebih bijaksananya orang yang selalu mau berbagi sukacitanya pada sesama sehingga denga itu kita di harapkan lebih bisa mensyukuri apa yang Tuhan(Allah SWT) berikan.

7. Saat ini trendsetter pengungkapan perasaan yang sering di ucapkan adalah “Galau”, nah lo, giman tu? Aku jadi bertanya- tanya sendiri, sebenarnya “galau” itu giman & apa sih? Soalnya aku juga sering denger temen- temenku ngomong galau, tapi gak jelas deskripsinya. Mendingan aku kasih saran nih, buat temen- temen yang suka ngaku perasaannya “galau” itu, untuk merenung sejenak, masa’ dikit- dikit bilang galau. Hidup ini harus dibawa “slow” and “happy” kawan, apapun situasi dan kondisinya kita harus selalu berbahagia, kita tidak harus menunggu sampai semua persoalan yang kita hadapi ini selesai, justru kalo kita nunggu masalah yang datang pada kita ini selesai, kita nggak akan kebagian untuk bahagia. Masih ingat pepatah yang mengatakan “ hidup ini pasti ada masalah, karna tanpa masalah kita tidak akan merasakan hidup” kan? Ayo kita resapi kalimat itu. Nah jadi buat teman- teman semua berbahagialah sekarang apapun kondisi kita saat ini, karna dengan berbahagia kita sama saja dengan mensyukuri apa yang Tuhan (Allah SWT) berikan.

8. Mari kita coba hal- hal di atas untuk di terapakan ke dalam diri kita, semoga kita berhasil mencapai semua yang kita harapakan. Tetap semangat dan jangan pernah menyerah.

Semoga hal-hal di atas bermanfaat ya.


sumber : pengalaman pribadi, pengamatan sikap, buku yang pernah dibaca.

oleh : dwi.hachi di jogja